RT 02 RW 04 Gelar Sedekah Bumi

JOGOLOYO.DESA.ID — Tradisi sedekah bumi, merupakan salah satu bentuk ritual tradisional masyarakat di pulau jawa yang sudah berlangsung secara turun-temurun dari nenek moyang orang jawa terdahulu. Ritual sedekah bumi ini biasanya dilakukan oleh mereka pada masyarakat jawa yang berprofesi sebagai petani, nelayan yang menggantungkan hidup keluarga dan sanak famili mereka dalam mengais rizqi dari memanfaatkan kekayaan alam yang ada di bumi.

Warga masyarakat perdesaan di wilayah Kecamatan Wonosalam Kabupaten Demak Jawa Tengah, saat ini hampir serempak menyelenggarakan tradisi sedekah bumi sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas limpahan hasil pertanian dan kesehatan warga masyarakat di wilayah desa setempat.

Selain membentuk kepanitiaan, warga masyarakat juga rela iuran untuk menggelar pentas kesenian rakyat. Salah satunya di RT 02 RW 04 Dusun Jogoloyo Selatan, Desa Jogoloyo Kecamatan Wonosalam.

Ketua RT 02 RW 04 Rokhim, mengemukakan kepanitian terbentuk dalam musyawarah yang dilaksanakan bersama seluruh warga kampung.

“Dalam rembug disepakati kepantiaan, mulai dari ketua panitia hingga seksi acara. Kemudian baru ditentukan besaran anggaran untuk menyelenggarakan pengajian sedekah bumi sekaligus memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73. Alhamdulillah berkat antusias warga, dengan cara iuran, bisa terlaksana dengan sukses,” kata Rokhim, di Jogoloyo, Minggu (5/8/2018).

Sebelum acara pengajian akbar, kata dia, dilaksanakan kenduri (hajatan) dan doa bersama di makam muasis Desa Jogoloyo Simbah Bei.

“Sebelum pengajian akbar pada malam hari, dilaksanakan kenduri atau hajatan dan doa bersama setelah sholat ashar. Warga bersama-sama mulai dari bapak-bapak. Ibu-ibu dan anak-anak kompak berangkat berziarah ke makam pendiri Desa Jogoloyo, kemudian kumpul bersama dan didoakan oleh Kyai Muhsin (pemuka agama),” ujarnya.

Pada tradisi tahunan itu, menurut Furqon, warga membuat ambengan ingkung dan kuluban atau makanan tradisional, kemudian dinikmati bersama seluruh warga. “sedekah bumi dengan media dakwah ini, sebagai simbolisme agar wilayah kami aman, tentram dan damai serta selalu bersyukur kepada Allah SWT,” jelasnya.

Ada yang unik dari tradisi sedekah bumi tahun ini, yaitu menyanyikan lagu Indonesia Raya yang diikuti seluruh warga dan tamu undangan. Kelompok paduan suara dibawakan oleh anak-anak kampung berumur mulai dari 3 tahun sampai 10 tahun. Warga sangat semangat dan kompak menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Hal ini menunjukkan kesetian warga desa menjaga persatuan, kesatuan dan kesetiaan NKRI.

KH. Mahyan berpesan dalam ceramahnya agar masyarakat tetap menjaga kerukunan, menjujung tinggi kehormatan tetangga dan terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik lagi. “Ajaran Islam sangat menganjurkan agar berbuat baik kepada sesama. Hal ini bertujuan untuk menciptakan kondisi yang harmonis dalam tatanan masyarakat. Ini pula yang melecut setiap muslim agar memiliki kesadaran untuk berbuat kebaikan walaupun kadarnya kecil. Karena setiap kebaikan adalah sedekah.”

Sri Wahyuni, Kepala Desa Jogoloyo dalam sambutannya menyampaikan terimakasih sebesar-besarnya karena RT 02 RW 04 berhasil memupuk semangat gotong royong, serta berhasil mendorong warga masyarakat untuk membumikan sedekah bumi atau lazim disebut oleh masyarakat Desa Jogoloyo dengan istilah Apitan. (Kang Saifudin)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan